PINJAM PAKAI BARANG BUKTI DARI KEPOLISIAN


image

Beberapa waktu lalu, kendaraan kami, Grand Livina menjadi barang bukti di polda metro jaya.  Orang yang menyewa kendaraan tersebut malah menggadaikan mobil dengan harga Rp 40juta.  Menurut keterangan dari polda ada 68 kendaraan yang digelapkan oleh pelaku yang biasa dipanggil KADEK.

Saat ini kami sedang mengajukan pinjam pakai barang bukti, dan sudah menulis surat permohonan mengenai pinjam pakai tersebut.  Apakah dikenakan biaya atau korban dapat meminjam pakai barang bukti.  Persyaratan apa saja yang dibutuhkan dan lain lain informasi lainnya.

Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya di POLRES DEPOK, bahwa pinjam pakai barang bukti tidak rumit dan bahkan mudah.  TANPA BIAYA APAPUN, barang bukti dapat keluar, hal ini langsung disampaikan oleh KASAT POLRES DEPOK kepada kami, dan menurut beliau itu atas perintah dari KAPOLRES DEPOK.  Kami pernah posting berita tersebut di sini http://unicornrentacar.wordpress.com/2010/11/13/pengembalian-kendaraan-dari-polres-ke-pemilik/

Penasaran dengan prosedur pinjam pakai barang bukti, setelah melakukan sarching di google kami menemukan beberapa berita mengenai pinjam pakai barang bukti.

Ini merupakan cuplikan dari berita dengan judul “Aparat Tilep Barang Bukti” yang melibatkan aparat penegak hukum di negeri kita.

…………………………………………..

MOBIL SITAAN DIPAKAI
Siapapun tahu, narkoba bernilai bisnis tinggi dan menguntung. Tapi tak hanya barang bukti narkoba yang rawan hilang, atau disalahgunakan. Barang sitaan lainnya seperti barang elektrionik, HP selundupan dan barang lainnya tak jelas larinya kemana.

Begitupula dengan mobil sitaan kasus curanmor. Sejak dua bulan terakhir jumlah mobil yang disita sebanyak 164 unit, ini belum termasuk sitaan seluruh jajaran Polda Metro Jaya dalam tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, sekitar empat bulan lalu Polda Metro Jaya menggelar lebih dari 1.000 mobil curian di Satpas SIM Kaliangke, Jakbar dengan harapan ada masyarakat yang menemukan kembali mobilnya. Namun hanya tak kurang dari 100 mobil yang cocok dengan milik warga yang kehilangan. Sisanya, masih berstatus barang bukti.

Polisi berlasan tidak memiliki gudang barang bukti untuk menyimpan ratusan kendaraan dari berbagai jenis ini yang tentunya akan jadi besi tua jika diparkir begitu saja. Sebaliknya, jika mobil dipimjam pakai kepada anggota untuk keperluan operasional, akan menjadi masalah mengingat barang bukti tak boleh digunakan siapapun, termasuk penyidiknya.

Namun faktanya, ratusan barang bukti mobil kini dipakai anggota dengan status pinjam pakai untuk operasional, termasuk penyamaran. “Kalau dibiarkan di parkir, mobil bisa hancur,” kata seorang anggota yang mengakui dirinya juga pakai barang bukti atas izin komandan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP Chrisnanda menjelaskan untuk mengamankan barang bukti itu, seharusnya ada aturan yang jelas. Ia memberikan contoh, jika selama tiga tahun mobil belum juga diketahui siapa pemiliknya, seharusnya negara melelangnya.

sumber : http://www.bintannews.com/index.php?view=article&catid=92:nasional&id=291:poskota&option=com_content&Itemid=280

BISA DIPECAT

Hal senada ditegaskan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono. “Bila ada anggota yang mencoba-coba bermain barang bukti, tidak ada ampun saya tindak regas.” Dalam tiga bulan terakhir, tercatat ada 645 kilogram shabu,

750 ribu butir ekstasi dan uang tunai Rp500 juta yang disita dari sindikat narkoba internasional, belum ditambah sitaan di wilayah. Barang bukti disimpan di brankas yang terkunci dalam ruangan yang terkunci dan ada perwira piket yang bertanggungjawab.

IZIN PENGADILAN
Dalam ketentuan umum KUHAP, penyitaan merupakan rangkaian tindakan penyidikan untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan, dan peradilan. Meski penyidik diberi kewenangan, namun pasal 38 mengharuskan penyidik mendapat izin dari pengadilan.

Meski demikian, penyitaan karena alasan darurat boleh dilakukan namun penyidik wajib segera melaporkan kepada ketua pengadilan. Banyak kalangan menilai, diperlukan pihak lain di luar penyidik yang dilibatkan untuk mengawasi keberadaan barang bukti hasil kejahatan.

Selama ini proses hukum, fokus perhatian hanya tertuju pada si tersangka, sementara untuk barang bukti nyaris luput dari pantauan. Hal inilah yang diindikasikan menjadi celah bagi oknum nakal untuk ‘bermain’.

……………………………

Terlepas bagaimana kebenaran dari berita ini, saya menemukan “prosedur pinjam pakai barang bukti” di site http://www.polrespriok.com/layanan/bidang-reskrim/prosedur-pinjam-pakai-bb.html yang hanya menyatakan :

Sesuai dengan peraturan kapolri no 10 tahun 2010, hanya menyatakan “atasan penyidik melakukan penilaian dan pertimbangan untuk MENOLAK atau MENGABULKAN permohonan tersebut”.

Jadi memang semuanya tergantung kepada keputusan KAPOLRES.

Mengenai biaya pinjam pakai maupun hal lainnya kami belum menemukan adanya prosedur tersebut.

Lihat saja di site http://reskrimum.metro.polri.go.id/ranmor.php ada motto nya berupa running text : 30 Mar 2011 : ” KAMI SIAP MELAYANI ANDA DENGAN TRANSPARAN AKUNTABEL DAN TANPA IMBALAN” apakah ini nyata atau hanya running text semata?

Dalam prakteknya, pinjam pakai barang bukti …. mungkin ada yang berpengalaman, mohon sharing disini.

About these ads

7 responses to “PINJAM PAKAI BARANG BUKTI DARI KEPOLISIAN

  1. Saya punya pengalaman berbeda di Polsek Cipayung Jakarta Timur.
    Tanggal 28 Nopember 2011 mobil Avanza yang baru saya cicil 3 bulan lalu hilang dari beranda rumah sekitar jam 2 pagi (diketahui jam 7 pagi), lalu lapor ke Polsek ternyata mobil sdh ada di sana. Penyidik bilang tadi malam berhasil di ringkus di daerah Danau Sunter. Alhamdulillah, saya tak henti-henti memuji dan berterima kasih pada polisi. Setelah melalui proses pemberkasan penyidik saya lalu mohon izin membawa pulang mobil, tapi penyidik bilang belum bisa karena harus tunggu 20 hari lagi setelah usai pengajuan ke pengadilan. Sampai hari ini (10 Januari 2012) mobil saya belum ada kabar berita prosudur pengurusannya. Polisi terkesan menunggu saya???, padahal saya sedang menunggu informasi dari mereka. Saya bingung, apa yang harus saya lakukan, setiap kali ditanya mereka hanya bilang “masih diproses, pak!” Apa yang diproses? Sampai kapan diproses? Pihak Kapolsek tak mau banyak komentar. Akhirnya saya bertahan dengan setiap hari menjenguk mobil yang terparkir sudah lebih sebulan itu sambil terus membayar cicilan bulanannya. Kepada istri saya katakan: Saya ingin buktikan maksud kata-kata yang ditulis mereka di pintu masuknya: KAMI SIAP MELAYANI MASYARAKAT. Meski saya sadar bahwa kesiapan melayani itu berbagai macam interpretasinya….

    • Waktu ditangkap mblnya apa dg pelaku juga pak? Kalau ya mk dlm wkt 60 hari sejak ditangkap pelaku polisi harus menyerahkan kasus ke kejaksaan 30 hari dr kejaksaan kasus hes disidang.sidang bisa mkn wkt 1 bln juga.

      Selesai sidang barang bukti baru dikembalikan.

  2. Astagaaaaa.. Pinjam barng bukti gratis.. Ucapan seperti berak.. Semua orang tahu kalo pinjam barang bukti biaya tanpa kwitansi antara 2 sampai 3 juta.. Minimal itu..

  3. hanya running text za..saya sekarang sedang mendapat musibah yaitu kendaraan roda dua saya dicuri..untungnya selang 20 menit kendaraan saya ditemukan dan sekarang di kepolisian..tapi bukannya untung malah buntung..karena barang tersebut masih dalam tahap penyidikan dan saya harus rela berangkat kerja tanpa kendaraan..
    nah kekecewaan saya adalah pelaku hanya dituntut separuh masa tahanan dari ketentuan hukumnya karena masih di bawah umur..tapi, pihak kepolisian justru mempersulit saya sebagai korban dengan mematok biaya 500rb admtrasi + uang capek 300rb untuk peminjaman 15 hari..
    sekarang kendaraan saya diambil lg untuk memperpanjang masa pinjamnya saya harus membayar sebesar 500rb lagi..
    bingung kan klo kaya gini..sedangkan saya bukan orang beduit, separuh gaji saya untuk membayar cicilan rumah, sisanya untuk biaya makan sebulan anak dan istri..anak saya pun masih berumur 6 bulan yg pasti butuh biaya banyak..
    disini saya malah justru merasa diperas oleh pihak kepolisian..sekarang kendaraan saya ada di kejaksaan, dan disanapun dipatok harga pinjam 500rb adm + uang capek..
    saya ga tau harus tanya kemana untuk tau bagaimana sebenarnya proses hukum untuk hal ini..
    disini saya merasa sangat dirugikan karena sudah barang dicuri, pelaku dikembalikan ke orang tuanya dan hanya wajib lapor, saya disuruh bayar uang pinjan selama 2 bulan ( ±Rp 2,8 juta )

    • Yaaaa mmg bgt kali ya hukum di indonesia, kalau gak punya kenalan di bidang hukum, susah sendiri kita nya.

      Semoga masalahnya lekas selesai ya….

      • Kita harus berani&tegas menanyakan bukti2 klau ada biaya untuk pinjam pakai.demi berjalannya hukum dengan benar.kalau perlu catat undang2 yg mengatur biaya biaya tersebut…hanya demikian info yg dapat saya berikan..karena hukum harus di tegakkan dengan benar.karena negara kita ini menjalankan sesuai dengan undang2 yg berlaku….

      • Dari pengalaman kami, sebetulnya tdk ada UU nya kalau bayar. Itu “pengertian” yg punya mobil saja….*bgt ktnya”

        Tp klo gak ngerti2 ya mblnya di proses smp pengadilan…. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s